Minggu, 15 Juni 2014

Penundaan Waktu Lama

     Sebelumnya Hae Ra udah update ini keluhan di fb ama twitter.Nggak ada yg dengerin hiks :’( #peluk siwon .Jadi berharap kalo di sini ama di wordpress satunya -> haerachoi.wordpress.com Chingu mau mau dengerin oh maksudnya baca ah kaga masalah -_- .Untuk sementara waktu Hae Ra bakalan vacum lagi.

“Kenapah min ???”

        Yahhh kaga apa-apa Pokoknya bakal berbulan-bulan Hae Ra nggak akan update ff yulwon tercinta :’( .Lagi ada problem ama laptop satunya.Jadi sekarang pake laptop eomma :( .Ini pun terpaksa.Mian ya Chingu :( .

       Ok, lain kali kita bertemu :’) makasih maudengerin :)



Jumat, 30 Mei 2014

My Love In Snow Rain [ONESHOOT]


Anyeong Haseyo…chingu :D gimana kabarnya ? baik-baik bukan ? oke, kali ini Auhor gaje kembali menemani readers untuk bacaaan ff Yulwon :D ahaii…masih aja cast ini.Tenang aja kok.Nanti di tengahnya ada cast Haesica dikit.Yahh meskipun couple fav author bukan Yulwon aja sehh…ada yang lain.Kaya SeoKyu, HaeSica, terus JS ama Hyuna *eh keceplosan :v .Ahh mesti pernah baca nc ya ? ahh ketauan deh -_- halahh Cuma baca nc 17 :D … kenapa emangnya ? kalo yang 21 kaga berani lagi.Mesti geli bacanya :v .Hiihh nelan ludah hoek terusan -_- udah ah kebanyakan ngomong.Mending kita langsung to the point aja nnyokk … :D
Sorry kalau banyak typonya ne. secara getohh author gaje… tapi saya kaga berharap juga banyak typonya :D ah udah lah !
Title       : My Love In Snow Rain
Genre   : Romance, Comedy [ONESHOOT]
Rating   : 16-17
Author  : Choi Hae Ra (jiahh sekarang punya nama samaran wkwkwk :p)
Main cast : 
·         Choi Siwon
·         Kwon Yuri
·         Lee Donghae
Other Cast :
·         Jessica Jung
·         Tifanny Hwang
·         Mr. and Mrs Choi
·         Triple penjahat

                Seorang gadis kecil itu terus menghambur-hamburkan salju yang berada di bawah kakinya.Ia terus tertawa senang ketika ia bermain dengan salju itu.Tapi, tiba-tiba salju turun.Ia langsung mengeratkan jaketnya.Terlihat bayangan dari seorang anak laki-laki seumuran dengannya berjalan mendekat ke arahnya.Ia penasaran.Dan anak itu muncul dengan senyumnya.Gadis itu langsung terpana ketika ia melihat anak laki-laki itu.
“Hey, kenapa kau hanya dia di sini ? bukankah di sini dingin ? hum…salju turun tidak deras” kata anak laki-laki itu.Gadis itu hanya bisa tersenyum menatapnya.Jantungnya berdetak dengan kecang saat anak itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.Ia menyambutnya dengan senyumnya.
“Namaku, Choi Siwon.Tolong bicaralah ketika aku berkata” ucap anak laki-laki itu yang bernama Siwon.Gadis itu mengangguk.
“Namaku, Kwon Yuri.Maaf, aku tidak bisa berkata padamu tadi.” Jawab gadis yang bernama Yuri itu dengan pipinya yang bersemu merah.Siwon tersenyum dan mengajak Yuri berlarian di bawah guyuran salju putih itu.Mereka terlihat sangat senang.
***
                Yuri selalu saja menunggui Siwon di tempat mereka awal bertemu.Ia tersenyum saat Siwon datang sambil berlari-lari.Ia membawa sebuah benda kecil yang berkilau.Sebuah liontin kecil.Siwon merespon dengan senyumannya.
“Aku membuat liontin yang berlambang butiran salju ini untuk kita.Bagus bukan ? ini seperti krystal” seru Yuri.
“Wow…ini sangat bagus.Aku menyukai musim salju”
“Benarkah ? aku juga suka musim salju.”
“Choi Siwon… kemarilah” Yuri mengibas-ngibaskan telapak tangannya.Siwon mendekat.Tiba-tiba Yuri mencium pipinya.Siwon terkejut, ia langsung memegang pipinya.Yuri tertawa kecil.Ia langsung berlari menjauh saat Siwon mencoba mengejarnya.
“Choi Siwon !!! aku menyukaimu !!!” teriak Yuri dengan tawanya.
“Kwon Yuri !!! aku juga menyukaimu !!!!”  Teriak Siwon sambil mencoba menangkapnya.
***
                Sampai mereka beranjak remaja, mereka sering bertemu di tempat itu.
                Yuri menunggu kedatangan Siwon di tempat biasa mereka bertemu.Tetapi berjam-jam ia tak dapat melihat batang hidung Siwon sama sekali.Ia tak Nampak lagi.Dan akhirnya ia memutuskan untuk pulang.Tapi, langkah kaki seseorang menghentikan langkah kakinya.Ia menoleh ke belakang.Dan benar saja, Choi Siwon.Yuri menangis dan langsung memeluk Siwon.Ia memukul-mukul punggung Siwon.
“Kenapa kau lama datang ???” Tanya Yuri sambil mengusap air matanya sendiri.Siwon hanya terdiam.
“Yuri-ah, bisakah kau melupakanku ? aku akan pergi jauh.” Ucap Siwon tiba-tiba.Yuri langsung terpukul.
“Wae…”
“Aku tidak akan lagi ada di Korea, aku berjanji, aku akan menemuimu lagi tahun depan.Aku janji.Tunggulah di tempat ini pada awal musim salju.Sampai kau dengar aku memanggilmu.” Ucap Siwon dengan air mata tertahannya.Yuri langsung menjatuhkan air matanya.
“Yuri-ah, tutup matamu.Aku malu untuk tersenyum kali ini padamu” ucap Siwon lembut.Yuri mencoba tersenyum dan ia menutup matanya.Tetapi saat ia membuka matanya, Siwon tak ada lagi di depannya.Ia langsung berteriak histeris sambil memanggil Siwon.
“Choi Siwon !!!! jangan pergi…Choi Siwon…” Yuri terjatuh di atas dedaunan kering musim gugur.Ia menangis dan menutup matanya.
                Dan mulai saat itu ia membenci musim gugur.Ia benci waktu itu, ia membenci dedaunan yang runtuh saat musim gugur.
***
1  tahun kemudian
                Salju turun begitu deras.Tetapi Yuri terus menerjangnya dengan gigih.Ia terdiam di tempat yang ia biasa temui dengan Siwon.Ia tetap terduduk di atas salju meskipun bibirnya kian memutih karena kedinginan tetapi orang yang ditunggunya dengan janji manisnya itu tak kunjung datang.Tiba-tiba seseroang datang.
“Yuri !!! hentikan !” teriak seorang laki-laki di belakang Yuri.Yuri menengok ke belakang.Ia kira, Siwon.Tetapi, yang datang adalah Lee Donghae temannya.
“Kenapa kau duduk di bawah guyuran salju ?! ini dingin ! kajja ! kita pulang !” ajak Donghae.Tetapi Yuri menolaknya.
“Aku ingin bertemu dengan Choi Siwon ! dia sudah berjanji padaku bahwa ia akan bertemu saat ini !” teriak Yuri dengan air matanya yang belum menjadi es.Donghae menggeleng.Ia mencoba menarik Yuri untuk pulang tetapi Yuri melepaskan tangan Donghae dengan kasar.Ia tetap berdiri dan menunggu kedatangan Siwon.Donghae prihatin.Mana mungkin Siwon akan datang.Ia sekarang sedang ada di Amerika.
                Yuri menatap lingkungan ia berdiri, tetapi semuanya berwarna kuning kemudian semakin redup dan gelap.Ia terjatuh di atas salju.Donghae datang dan menggendongnya menuju rumahnya.
---
                Donghae menatap Yuri yang sedang tertidur dengan kompres yang terdiam di dahinya.Tiba-tiba ia tersenyum dan mengusap pipi Yuri.
“Aku sangat menyukaimu, Kwon Yuri” gumam Donghae sambil tersenyum sendiri.
***
15 tahun kemudian
                Seperti tahun sebelumnya, Yuri menunggu Siwon di tempat itu.Ia selalu menunggunya setiap tahun.Tetapi Siwon tak kunjung datang dengan senyuman manisnya lagi.Ia hanya bisa terduduk di tempat bersalju itu.Dan menangis.
                Bertahun-tahun aku menunggumu sampai badanku tinggi seperti ini, kau tak kunjung datang ? kenapa kau mengingkari janjimu itu ? aku bersusah payah dan kedinginan di sini dan kau tak pernah memberikan jaketmu padaku ? aku sudah muak dengan permainanmu ini.Mulai sekarang, kalaupun kau datang.Aku tak akan peduli lagi denganmu.Apapun yang kau katakan aku tak akan peduli.
                Yuri menatap langit yang menjatuhkan butiran kecil salju itu.Ia berdiri dan berjalan ke arah sebuah toko bunga.
---
“Selamat sore Yuri…kau dari mana ?”
Donghae menyambut Yuri hangat.Yuri terdiam dan menyemprot bunga warna-warni itu dengan air.Ia mencoba memaksakan senyumnya pada Donghae.
“Aku dari tempat itu” kata Yuri dengan tersenyum.Donghae terdiam.
“Kau masih menunggunya ?”
“Ne…tapi sekarang aku tidak akan menunggunya lagi.Dia menyebalkan…haha” Ucap Yuri mencoba mencairkan suasana.Donghae hanya bisa diam.Ia terlihat cemburu karena Yuri selalu pergi ke tempat itu untuk menemui Siwon.
“Kau masih menyukai…Choi Siwon ?” Tanya Donghae sekali lagi.Yuri tersenyum.
“Ne…aku masih menyukainya.Tapi sekarang aku tidak menyukainya lagi.Kan sudah kubilang dia menyebalkan ?” ucap Yuri dengan tawanya.Donghae semakin cemburu.Ia tahu Yuri masih menyukai Siwon walaupun ia mengucapkan itu di mulutnya.
“Ayolah…beri semangat aku untuk melupakan Choi Siwon…” Yuri meraih tangan Donghae dan menyuruhnya untuk menepuk bahunya.Donghae tersenyum dan menepuk bahu Yuri pelan.
“Aku tidak yakin kau bisa melupakannya”
“wae… dia kan sudah menyakiti hatiku ?”
“Di mana hatimu ? nada bicaramu itu tidak sesuai dengan hatimu.” Donghae tersenyum pahit dan berlalu pergi.
                Yuri berdiri dan terdiam di tempatnya.Ia mengambil satu tangkai bunga mawar putih.Ia tersenyum mengingat masa kecilnya dengan Donghae.Ia memang sudah dekat dengan Donghae.Tetapi saat ia berada di sisinya ia tak pernah merasakan jantungnya berdetak kencang tetapi kalau di sisi Siwon ia merasa jantungnya berdetak kencang.Selama ini Donghae selalu menemani Yuri untuk menjual bunga-bunga milik eomma Yuri setelah Yuri pulang kantor.Ia memang pria yang sejati.Dan selalu melindungi Yuri.
***
“Yuri-ah, bukalah matamu.Sekarang aku datang.aku berada di sampingmu.Apakah selama ini kau selalu menungguku di bawah guyuran salju sampai kau kedinginan ?”
                Suara itu terdengar seperti suara Siwon.Yuri langsung membuka matanya dan melihat Siwon yang ada di depannya sedang tersenyum.
“Yuri-ah…kenapa kau tidak berlari memelukku ?” Tanya Siwon.Yuri melebarkan kelopak matanya.Ia hanya terdiam di tempat.Tak lama kemudian air matanya turun.Ia langsung berlari dan memeluk Siwon erat.
“Jangan pergi lagi…kumohon.Aku sudah menunggumu bertahun-tahun.Aku sangat merindukanmu” Ucap Yuri di sela tangisnya.Siwon mengangguk dan tersenyum.

                Donghae melihat Yuri yang tertidur di sofa.Ia  sedang menangis di saat tidur.Ia mendekati Yuri dan mengusap air mata Yuri yang turun saat Yuri tidur.
“Apa yang sedang kau mimpikan ??? kau terlihat sangat menyedihkan ketika pria itu menghilang dari hadapanmu” batin Donghae.
***
1 tahun kemudian
                Seorang pria tinggi berjalan ke tempat biasa Yuri dan Siwon datangi saat kecil.Ia terdiam dan menatap salju yang turun pelan.Ia menunggu seseorang, tetapi seseorang itu belum datang.Ia menutup mukanya dan menangis.
“Aku minta maaf, Yuri-ah…” Gumamnya pelan.
                Yuri sedang keluar dari toko bunganya.Ia tertegun saat melihat seorang pria dengan jaket hitamnya berdiri di tempat yang biasa ia datangi dengan Siwon sambil menangis.Ia begitu terkejut saat melihat pria itu jatuh pingsan.Ia memutuskan untuk memanggil Donghae.Kemudian Donghae dan Yuri membawa pria itu ke dalam rumah Yuri.
“Dia siapa?” Tanya Donghae saat melihat Yuri mengompres dahi pria itu.Ia terlihat sangat cemburu.
Yuri tersenyum dan mengangkat kedua bahunya.Tiba-tiba pria itu membuka matanya.Ia langsung terduduk karena melihat dua orang yang tidak ia kenal berada di depannya.
“Kalian siapa ?” Tanya pria itu.Yuri tersenyum.
“Kami yang menolongmu saat kau pingsan di luar.” Ucap Yuri.Pria itu tersenyum dan berterima kasih pada Yuri dan Donghae.
***
                Yuri tersenyum sambil melihat-lihat kondisi bunga di tokonya.Tetapi saat ia berjalan mundur, ada seseorang.Ia menoleh ke belakang dan tersenyum manis.
“Ohh kau sudah bangun ? kau mau kumasakkan makanan ?” Tanya Yuri dengan semangat.Pria itu menggeleng.Tiba-tiba pandangannya terarah pada liontin yang dipakai Yuri di kalungnya.Pria itu mengeluarkan liontin krystal salju itu di depan mata Yuri.
“Kau dapat dari mana ?” Tanya Yuri dengan ekspresi terkejutnya.Pria itu langsung memeluk Yuri erat.
“Aku kembali, Yuri-ah… aku Choi Siwon.Maaf, aku tidak bisa menepati janjiku dulu.Maaf” Ucap Siwon sambil menangis.Yuri melepaskan pelukan Siwon.
“Aku tidak akan peduli lagi denganmu ! kau sudah menghianatiku !” ucap Yuri sambil memalingkan wajahnya dari Siwon.
“Saat itu aku masih ada di Amerika untuk sekolah dan kuliahku.Tolong maafkan kesalahanku.Aku masih menyukaimu dan mencintaimu.Tolong maafkan kesalahanku…”
“Aku sudah melupakanmu.Jadi berhentilah seperti ini.Kau tidak tahu kesulitan dalam menunggumu hadir di Korea lagi ? aku selalu menunggumu di tempat itu selama bertahun-tahun sampai air mataku berubah menjadi es.Sampai aku terseok-seok dan pingsan.Kau tidak tahu betapa tersiksanya diriku selama bertahun-tahun menunggumu demi janji palsumu itu ?! tidakkah kau mengerti perasaanku ?!” Yuri terduduk dan menangis.Siwon hendak menggenggam tangan Yuri tetapi Yuri menepisnya kasar.Siwon hanya bisa terdiam dan menyesalinya.Yuri terus menangis sampai akhirnya Siwon meninggalkanna.Ia kembali melihat Siwon yang telah pergi.Yuri memukul-mukul kepalanya sambil terus terisak.
***
                Yuri membersihkan kamar tamu rumahnya.Ia melihat Siwon yang masih tertidur sambil menggenggam liontin krystal itu.Yuri terdiam menatapnya, tetapi alarm di arlojinya menunjukkan jam 07.30.Ia harus pergi ke kantor terlebih dahulu.
                Saat Yuri sudah pergi, Siwon baru bangun.Ia melihat jam menunjukkan pukul 07.30.Ia langsung memakai jasnya dan pergi ke luar dengan kopernya.
***
                Yuri berjalan masuk gedung kantor.Ia merasa ada yang aneh dengan semuanya.Terutama pada sekretaris para manager.Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya.Yuri menoleh ke belakang.Ia sangat terkejut.
“Anyeong Haseyo, sajangnim…” sapa Yuri pada pria paruh baya itu.Ia adalah presdir dari perusahaan tempat Yuri bekerja.Semua biasa memanggilnya Mr.Choi.
“Ada yang ingin kubicarakan denganmu” ucap Presdir.Yuri mengangguk hormat kemudian mengikuti di belakang beliau.
---
“Aku ingin mewariskan perusahaan ini pada anak laki-lakiku.Sebagai sekretaris pribadiku, kau harus menemani anak laki-lakiku untuk bekerja dengan baik.” Presdir berbicara kalau ia akan mengalami pensiun.Yuri mengerti.Tiba-tiba seseorang muncul dan duduk di samping presdir.Yuri terkejut bukan main.Ternyata anak laki-laki presdir adalah Choi Siwon.Ia tak pernah menyangka bahwa Siwon adalah anak tunggal dari Presdirnya sendiri.
“Ahh kau sudah datang rupanya.Akan kukenalkan pada sekretarisku yang lebih muda dariku.Dia adalah sekretaris pribadiku, namanya Kwon Yuri” Ucap Presdir.Siwon juga Nampak kaget saat melihat Yuri di kantor perusahaan Appanya.
“Kalian sama-sama kenal ?”
“Ahh ani…saya belum pernah bertemu dengan anak Anda” Ucap Yuri sambil memaksakan senyumnya.Presdir hanya mengangguk faham.Siwon masih tak percaya.Ia akan mempunyai sekretaris pribadi yaitu Yuri.Ia benar-benar terkejut.
“Mengobrol lah terlebih dahulu sebagai tanda pengenalan kalian.Karena perusahaan ini dalam masa sulit, kalian harus bekerja sangat keras.Atasi masalahnya.Aku sudah tidak mampu untuk mengangkat perusahaan ini sendiri.Sebaiknya anakku yang lebih muda menyelamatkan perusahaan ini dari kebangkrutan” ucap Presdir dengan nada sedihnya.Ia langsung berlalu pergi dan hanya meninggalkan Yuri dan Siwon yang masih duduk terdiam berkutik dalam fikiran mereka sendiri.
                Siwon menatap Yuri yang terdiam sambil memainkan kukunya.Ia tahu kalau gadis itu sedang gugup.Siwon terdiam kemudian berpindah duduk di samping Yuri.
“Kau kenapa gugup ?”
“Siapa gugup ? diamlah.Sudah kubilang aku sudah melupakanmu”
                Siwon tertawa mengejek ketika Yuri berkata seperti itu.Ia meraih wajah Yuri kemudian mencium dahinya.Jantung Yuri terasa berguncang sangat cepat.Ia benar-benar sangat gugup.Bagaimana bisa ia tidak gugup ? ia masih menyukai Siwon.Ia belum bisa melupakannya.
“Sekarang kau bisa kan melupakanku ? katakan cepat !” protes Siwon.
                Bibir Yuri terasa sangat kaku untuk mengucapkan sepatah kata pada Siwon.Ia memilih untuk diam sambil memainkan kukunya lagi.Siwon melihat Yuri yang kembali memainkan kukunya.Ia tahu bahwa gadis itu tidak akan pernah bisa melupakannya.
                Tiba-tiba Yuri berdiri dan keluar.Siwon Nampak kecewa.Tetapi kemudian Yuri datang lagi dengan berkas-berkas di tangannya.Ia meletakkannya di depan Siwon.
“Kau harus mempelajari semuanya.Besok kita akan meeting.” Ucap Yuri.Siwon tersenyum dan mengambil salah satu berkas itu dan membacanya.
“Kau yakin tidak mau kubantu ?”
“Aku pasti bisa menyelamatkan perusahaan appa ku.Kau tenang saja.hmm, kalau boleh tahu kenapa kau bekerja di toko bunga itu ? itu milik teman laki-lakimu ?” Siwon menutup kertas itu dan beralih topic.
“Toko bunga itu milik eomma ku yang sudah meninggal tahun lalu.Aku bekerja pada sore hari di sana.Setiap hari Lee Donghae membantuku untuk menjual bunga-bunga itu, mengangkutnya menuju rumah pemesan.Aku sangat senang dengan pekerjaan itu.Lee Donghae adalah pria sejati, dia tidak pernah meninggalkanku sendirian di rumah.Dia selalu melindungiku” Tiba-tiba Yuri membicarakan Donghae.
“Lee Donghae ? teman laki-lakimu itu?” Siwon terlihat begitu cemburu.Yuri tersenyum dan mengangguk.Siwon berdiri dan mendekat ke arah Yuri.
“Aku tidak suka kau berada di dekatnya !” ucap Siwon dengan kemarahannya.Yuri menyipitkan matanya.
“Aku juga tidak suka kau menginap di rumahku ! pergilah, sudah cukup Donghae tinggal di rumahku.Dia sangat berarti bagiku !dari pada dirimu yang selalu merepotkan ku ! daripada pengecut macam dirimu yang tega meninggalkan ku sendirian di bawah hujan salju yang deras ! kau tidak gentleman !” Ucap Yuri kemudian menjulurkan lidahnya.
“Apa ?! jadi kau mengejek presdir mu sendiri ? dasar sekretaris Kwon !!!” Siwon memojokkan Yuri ke dinding.Yuri berusaha memberontak saat Siwon merangkapnya.
“Maafkan kesalahanku atau kucium !” ancam Siwon.Yuri menggeleng cepat.
“Tidak ! aku tidak akan memaafkanmu ! kubilang aku sudah melupakanmu !”
“Baiklah, itu keputusanmu !” Ucap Siwon.Kemudian dengan cepat ia meraih wajah Yuri dengan kedua tangannya.Ia hendak menciumnya tetapi Yuri menghalanginya dengan telapak tangannya.
“Baiklah, aku akan memaafkanmu” kata Yuri yang begitu dipaksakan.Siwon melepaskan tangannya dari wajah Yuri.Ia tersenyum puas.
“Tapi ada syaratnya” ucap Yuri lagi.
“Apa ?” tanya Siwon dengan penasaran.Yuri tersenyum.
“Kali ini aku mengingatmu.Aku sekarang sudah tidak melupakanmu”
“Sudahlah ! apa syaratnya ?”
“Kau harus bekerja di toko bunga eomma ku ! bagus bukan ?”
“Kapan ?”
“Setiap kau selesai bekerja di sini.” Ucap Yuri dengan santai.Siwon setuju dengan syarat itu.Menurutnya itu cukup mudah.
***
                Yuri mencoba melupakan kejadian di dalam ruangan Siwon.Tetapi ia tidak bisa melupakan itu.
“Aishh…kenapa aku tidak bisa melupakannya ? dasar penghianat !” Gerutu Yuri sambil menatap monitor computer kantornya.Tetapi tiba-tiba seorang perempuan datang.
“Hey, apa yang kalian lakukan di dalam tadi ?” Tanya perempuan itu dengan serius.
“Oh !Jessica ? tidak ada yang kita lakukan.Memangnya kenapa kau menanyakan presdir menyebalkan itu ?”
“Aku tadi melihat presdir mencium dahimu.Apa presdir menyukaimu ?”
“Mwo ? mana mungkin dia menciumku ? ah lupakan ! aku membencinya !” Yuri beranjak dari kursinya dan masuk ruang kerja Siwon lagi.Jessica tertawa ketika melihat reaksi Yuri.Ia sengaja mengerjainya karena memang dari dulu Yuri masih belum mendapatkan namjachingu.
***
                Siwon masih membaca berkas-berkas itu dengan serius.Yuri datang di hadapannya.
“Oh sekretaris Kwon ? ada apa ?” Tanya Siwon basa-basi.
“bisakah kau pulang dari rumahku nanti sore ? kau merepotkanku !”
“Wae…aku tidak ingin tinggal di rumahku.Appa dan eomma ku sekarang sudah pindah ke Amerika.”
“Kapan appa mu pergi ke Amerika ?”
“10 menit yang lalu.Aku akan tinggal di rumahmu.Aku akan membayar tagihan listrikmu, dan yang lainnya.Semua ku tanggung.Bagaimana ?”
“Kau mencoba memaksaku untuk memaafkan kesalahanmu bertahun-tahun yang lalu kan ?”
“Wahh…nona Kwon pandai juga ?”
“Tentu saja.”
“Jadi, aku boleh tinggal di rumahmu ?”
“Ahh… jeongmal !!! tentu saja tidak ! dasar kekanakan !” Yuri berlalu pergi dan menutup pintu ruang Siwon dengan keras.Siwon tersenyum saat Yuri berlalu pergi.Dia sekarang berubah menjadi cerewet.Menurutnya Yuri cocok menjadi orang yang cerewet.
***
                Yuri berdiri di antara bunga-bunga itu.Tiba-tiba Donghae datang dan mengajakya untuk mengobrol seperti biasanya.
“Yuri-ah, kenapa kau terlihat begitu senang hari ini ?”
“Senang ? apakah aku terlihat senang hari ini ? hari ini sangat menyebalkan kau tahu ?!”
“Wae ?”
“Ternyata presdir baru di perusahaan tempat ku bekerja adalah Choi Siwon.Dan aku menjadi sekretaris pribadinya”
“Bisakah keputusan itu dirubah ?” Tanya Donghae.Ia takut kehilangan Yuri.
“Namanya ini adalah keputusan yang tidak bisa dirubah.Aku harus menjalaninya dengan senang hati walaupun terpaksa.”
“Aku takut kalian melakukan apa yang tidak kuinginkan.Aku takut kehilangan dirimu, Yuri-ah” batin Donghae.Tiba-tiba Siwon datang dan membantu Yuri untuk menyiram bunga-bunganya.
“Kenapa kau ada disini ?” Tanya Donghae.Siwon tersenyum.
“Sekarang aku bekerja di sini.Dan aku juga akan tinggal di sini dengan Yuri.” Siwon merangkul bahu Yuri.
“Siapa bilang kau tinggal di sini ?” pipi Yuri bersemu merah.Ia berjalan pergi dan membawa sebuah koper kemudian melemparkannya pada Siwon.Ia mendorong Siwon keluar toko bunganya.
“Pergi ! kau tidak boleh tinggal di sini !”
“Tidak ! aku akan tetap tinggal di sini ! aku tidak akan pergi melangkahkan kakiku keluar rumah ini !”
“Ahh dasar kekanakan !!! lupakan ! baiklah ! kau boleh tinggal di sini sesuai janjimu untuk membayar semua kebutuhan rumahku !” Yuri membelakangi Siwon karena pipinya mulai memerah lagi, malu.Donghae melihat Yuri yang begitu malu ketika berhadapan dengan Siwon.Ia tahu Yuri tidak akan bisa melupakan Siwon yang sudah lama ia sukai dari dulu.
                Siwon tersenyum dan berjalan masuk lagi ke toko bunga.Yuri menghela nafasnya panjang dan menghindari tatapan Siwon.Kemudian pergi berlalu.Sedangkan dengan Donghae, ia masih melihat kepergian Yuri.Ia rasa Yuri benar-benar masih suka Siwon.
***
                Siwon berjalan masuk toko bunga Yuri.Ia tersenyum saat melihat Donghae yang merangkai bunga-bunga itu menjadi satu.Ia datang dan berbicara dengannya.
“Selamat sore kawan.” Sapa Siwon dengan ramah.Tetapi Donghae bersikap acuh.
“Kau bisa merangkai bunga-bunga itu ? itu terlihat sangat bagus” puji Siwon.
“Tentu saja… ini khusus untuk Kwon Yuri ku” sahut Donghae dengan percaya diri.Siwon melotot kaget.
“Kau menyukai…Yuri ?” Tanya Siwon dengan tatapan anehnya.Donghae tersenyum.
“Tentu saja, aku menyukainya.Kenapa bisa orang tidak menyukainya ?bukankah dia cantik, ramah, dan baik hati ?.Kau pasti iri denganku karena Yuri selalu memperilakukan ku dengan baik.” Jawab Donghae dengan mudahnya.Siwon mulai terbawa emosi.Ia langsung menarik baju Donghae.
“Apa yang kau katakan tadi hah ?!” Tanya Siwon dengan emosi.
“Kau juga menyukainya bukan ?”
“Ya, memangnya kenapa ?!”
“Baiklah, jangan seperti anak-anak yang suka berkelahi seperti ini.Kita bertanding satu lawan satu secara dewasa.Siapa dulu yang mendapat cinta Yuri, dia yang menang.Kau setuju ?” Donghae menawarkan tawaran unik.Siwon tersenyum.Tiba-tiba Yuri datang.
“Aku pulang…” sapa Yuri dengan ramah.Siwon langsung berjalan ke arah Yuri dan melepaskan sepatunya.Yuri mendesah kesal.
“Mau apa kau ?!” Tanya Yuri dengan emosi.Siwon berdiri sambil menampakkan senyumnya.
“Kau ingat siapa aku ? aku adalah presdirmu sendiri.Hey sekretaris Kwon.Kau memilih siapa antara aku dan Donghae ? mana yang lebih tampan ?” Tanya Siwon dengan ke Pe Dean.Yuri tersenyum sinis dan berlalu pergi ke arah Donghae.
“Sebutan sajangnim itu tak berlaku di sini…Tentu aku memilih Donghae dari pada namja yang tidak gentleman sepertimu ! hey kau dengar ! hanya badanmu saja yang kokoh tetapi kau masih kekanakan ! so childish !” Yuri menjulurkan lidahnya.Siwon menutup matanya karena kesal dengan sebutan kekanakan dari Yuri.
“Yuri-ah, aku membuat rangkaian bunga ini untukmu…kau suka ?” Donghae menyerahkan rangkaian bunga itu untuk Yuri.Siwon tersenyum pahit.Ia langsung pergi dengan kesal.
“Ahh…ne aku suka” jawab Yuri dengan terpaksa saat melihat Siwon pergi.Donghae tersenyum saat Yuri menerima rangkaian bunga itu.
“Aku pergi dulu” ucap Yuri sambil membawa rangkaian bunga-bunga itu.Donghae hanya bisa tersenyum.
“satu…kosong.Mati kau Choi Siwon” gumam Donghae pelan.
***
                Hari ini Siwon tidak mau masuk ke kantor.Ia masih kesal dengan kejadian kemarin.Yuri mencoba memperingatinya tetapi malah ia ancam dipecat dari perusahaannya.Siwon tidak ke kantor alasannya untuk bekerja sebagai penjaga toko bunga Yuri.
                Sedari tadi Siwon mondar-mandir di toko bunga Yuri.Ia begitu rajin merangkai bunga-bunga itu untuk pembeli yang sangat ramai hari ini.Meskipun rangkaian bunganya tak sebagus Donghae ia tetap bersusah payah untuk memenuhi janjinya pada Yuri demi mendapat permintaan maaf dari Yuri.
“Tidak kusangka Yuri mempunyai pegawai yang super tampan seperti hari ini” bisik seorang pembeli saat baru masuk toko bunga itu.Siwon menyambut para pembeli itu dengan ramah dan sopan.Donghae melirik Siwon yang begitu dipuji banyak pembeli.Ia sangat iri.
“Hey kau sedang apa mondar-mandir di toko bungaku dan Yuri hah ?” Tanya Donghae.Siwon tersenyum sambil tetap melanjutkan pekerjaannya itu.
“Aku sedang membuktikan bahwa aku namja gentleman...” Jawab Siwon setelah beberapa detik.Donghae tersenyum sinis.Ia mencoba melayani pembeli lain, tetapi para pembeli bunga itu yang kebanyakan perempuan menolak untuk Donghae, mereka sangat suka dengan Siwon.
***
                Yuri pulang ke rumah dan ia dikejutkan dengan bunga-bunga itu.Semuanya hilang.Di mana keberadaannya ? Ia masuk rumah dan mendapati Siwon yang terduduk manis di depan berkas-berkas kantornya.Ia menghela nafasnya panjang.
“Hae-ah…apakah tagihan listrik rumah ini sudah kau bayar tadi siang ??? Ohh !!! dan juga…semua bunga-bungaku ! kenapa semuanya hilang ???”  teriak Yuri seraya membuka kulkas dan mengambil sebotol air minum.
“Dia sudah membayar tagihan listrik rumahmu.Dan…semua bungamu habis terjual” jawab Donghae dengan malas di balik dinding kamarnya.Yuri terkejut.Ia menoleh ke arah Siwon yang tetap membaca berkas-berkas itu.Ia tak pernah menyangka bahwa Siwon dapat menjual bunga-bunganya itu.Ia kira pria macam dia yang kekanakan tidak bisa berjualan.Ia salah.
“Aku akan ke kantor malam ini.Baiklah, sampai jumpa besok pagi sekretaris Kwon…” Siwon berlalu pergi.Yuri terdiam di tempatnya.
“Sihir apa yang dia gunakan untuk menjual bunga-bungaku ??? benar-benar hebat…” Yuri terdiam menatap mobil itu yang keluar dari pagar rumahnya.
***
                Hari demi hari Siwon mengerjakan semua itu dengan baik.Sore ini, ia sedang merangkai banyak mawar merah untuk pesanan pembelinya.Yuri melihat Siwon yang kesusahan untuk hal merangkai bunga-bunga mawar itu.
“Bagaimana bisa dia mengerjakan apa yang ia katakan dengan baik ? perusahaannya bulan demi bulan selalu mengalami peningkatan.Aku merasa dia sekarang pasti sangat lelah, Hae-ah…kurasa aku mulai menyukainya lagi” gumam Yuri sambil tetap memperhatikan Siwon.Donghae melirik kesal pada Siwon.
“Aku tidak ingin kau menyukainya, karena aku yang lebih dulu menyukaimu” jawab Donghae.Yuri terkejut.Ia langsung menatap Donghae bingung.Donghae menarik tangan Yuri.Ia membawanya ke belakang rumah Yuri.
“Ada apa denganmu ?! ahh tanganku…” Yuri meringis sakit saat tangannya dicengkram Donghae begitu kuat.Donghae menatap Yuri serius.
“Yuri-ah, katakan kalau kau menyukaiku juga !” Donghae begitu memaksa.Yuri mengedipkan matanya beberapa kali.
“Hae-ah, dari kecil kita memang dibesarkan bersama.Jadi selama ini aku hanya menganggapmu sebagai kakak laki-lakiku saja.Mianhe, aku tidak bisa menyukaimu.Karena aku jatuh cinta pada seseorang di awal salju turun.Aku sangat menyukainya.Kali ini…saat dia kembali ke Korea, aku memang benar-benar kecewa padanya sehingga aku menutup hatiku rapat untuk semua pria.Tetapi…saat aku melihat perjuangannya untuk mendapatkan permintaan maaf dariku, aku menjadi terharu.Hatiku meleleh karena perjuangannya selama ini.Aku tidak bisa melupakannya.Aku sangat menyukainya” Ucap Yuri dengan panjang lebar.Matanya sedikit mengeluarkan air mata tetapi ia tahan.
“Jadi kau menyukai Siwon ?! tidakkah kau berterima kasih selama ini akan perlindungan yang aku berikan ?” Tanya Donghae yang begitu sedih.Yuri mengangguk dan menggenggam tangan Donghae.
“Hae-ah…kumohon, jangan seperti ini…Aku sangat berterima kasih atas perlindunganmu selama ini.Kau adalah teman terbaikku.Aku sangat menyayangimu” Yuri tersenyum dan memeluk Donghae.Donghae menangis, sekarang ia merasa lebih baik meskipun ia ditolak oleh Yuri.
***
                Bulan ini musim gugur terjadi di Seoul.Angin musim gugur berhembus dengan kencang.Sementara dengan Yuri, ia masih terdiam menatap dedaunan coklat yang gugur itu dari balik kaca transparan toko bunganya.Ia benar-benar benci dengan musim gugur.Tetapi ia tersadar bahwa seseorang berada di sampingnya sambil melihati dirnya yang sedang termenung sendiri.Choi Siwon ? Dengan cepat Yuri menyembunyikan matanya.Ia tidak ingin melihatnya lebih dalam lagi.Jantungnya berdebar kencang saat ia bersamanya.Yuri mulai memainkan kukunya lagi.Siwon tertawa kecil melihatnya.
“Wae…jangan gugup seperti itu”
“Ani…aku..tidak gugup”
“Ohh, baiklah.Kenapa kau berdiri di sini sendirian ? kau tidak ingin keluar untuk menikmati udara musim gugur yang hangat ini ?”
“Aku membenci musim gugur”
“Kau tidak suka musim gugur ? bukankah di musim ini saatnya sepasang kekasih berkencan ? bukankah begitu ? pasti romantis?”
“Apa yang kau bicarakan ?” jawab Yuri setelah berkali-kali menghilangkan rasa gugupnya.Siwon tersenyum lalu menarik Yuri keluar.
“Ayo kita berkencan !” seru Siwon.Ia mengunci pintu mobilnya sehingga Yuri tidak bisa melarikan diri.Ia tahu ini sedikit pemaksaan.Tetapi ia ingin mengalahkan Donghae.Yuri nampak terlihat ketakutan saat melihat Siwon yang begitu bersemangat hari ini.
---
                Siwon dan Yuri  pergi ke taman bermain.Siwon terlihat sangat senang, tetapi Yuri terlihat biasa-biasa saja tanpa ekspresi.Ia hanya mengikuti nya saja.Yuri melihat sorot mata Siwon yang menggambarkan kebahagiaan.Ia tersenyum saat Siwon tidak melihatnya kemudian diam saat Siwon melihatnya.Sebenarnya Yuri tidak tahan untuk tersenyum sepanjang jalan bersama Siwon.Tetapi ia selalu menyembunyikan rasa bahagianya.Siwon menggenggam tangan Yuri sepanjang jalan.
“Kenapa kau mengajakku ke taman bermain ? aku tidak suka ! dasar kekanakan !” Yuri berkomentar saat mereka selesai menaiki rollercoaster.Siwon tertawa kecil.
“Bukankah tadi kau berseru senang saat di rollercoaster ? ahh jangan berbohong kau…” Siwon menyenggol bahu Yuri.Yuri tetap terdiam tanpa ekspresi sambil sesekali melihati tangannya yang digenggam Siwon.Ia cukup nyaman bersamanya walaupun dengan sedikit pemaksaan.
“Kau mau makan apa ?”Tanya Siwon.
“Yya, mana bisa makan dengan berjalan ?”
“Kau tidak mau ice cream ? bukankah waktu kecil kau dulu sangat suka ice cream di musim gugur ?” Tanya Siwon sambil terus tersenyum.Yuri mengernyitkan dahinya dan mengangguk pelan.Siwon tersenyum lalu berlalu pergi meninggalkan Yuri yang sekarang duduk di kursi taman.
                Yuri tersenyum jahil.Ia melihat situasi di sekitarnya.Ia berniat ingin kabur dari Siwon.Dengan cepat ia melarikan diri.Tetapi saat ia berlari, ia di cegah oleh 3 laki-laki yang memegang botol minuman keras.Yuri terlihat ketakutan.Ia berusaha melawan mereka.Tetapi jumlah mereka tak sebanding dengan dirinya.
“Hey noona cantik, apakah kau mau menemani kami minum soju ?” salah satu diantara mereka menawari Yuri.
“Aku tidak suka soju !” jawab Yuri yang tangannya mulai dingin dan gemetar.
“Kalau begitu ikutlah kami ke bar sekarang” ajak salah satu orang lagi.Yuri menggeleng ketakutan.Ia berteriak keras.Tetapi salah seorang mereka terus menarik lengannya untuk ikut bersama mereka.Yuri tidak ingin itu.Ia ingin kebebasan.
“Choi Siwon !!! Choi Siwon !!!” Yuri berteriak memanggil Siwon dengan air matanya yang turun dari kedua matanya.Ia tak tahu harus apa sekarang.Yang ia butuhkan hanyalah pertolongan dari seseorang yang mau berbaik hati padanya.
                Siwon mendengar teriakan dari orang yang ia kenal.Dengan perlahan ia menjatuhkan dua ice cream itu ke bawah saat melihat Yuri yang ditarik oleh orang-orang brengsek itu.Kemudian berlari ke arah mereka.Yuri hanya melihat Siwon yang menghajar mereka.Ia tak tahu kalau Siwon benar-benar kuat seperti itu.Ketiga orang itu langsung melarikan diri saat Siwon mencoba menghajar mereka lagi.
“Kau baik-baik saja ? kau tidak diapa-apakan mereka ?” Siwon begitu khawatir pada Yuri yang terduduk di atas dedaunan musim gugur sambil menangis.Yuri menggeleng kemudian berdiri dan memeluk Siwon.
“Gumawo…” ucap Yuri pelan.Siwon tersenyum dan menepuk-nepuk punggung Yuri pelan.
“Tidak apa-apa…” jawab Siwon.
                Yuri melepaskan pelukan mereka.Ia terlihat lebih baik sekarang.Siwon tersenyum dan kembali menggandeng tangan Yuri ke arah mobilnya.
---
                Mereka sama-sama terdiam di dalam mobil sambil sesekali bertatap mata sekilas.Yuri merasa sangat bersalah karena ingin melarikan diri dari Siwon tadi.
“Aku lapar…bolehkah kita berhenti di restoran ?” pinta Yuri dengan memegang perutnya yang mulai keroncongan.Siwon mengerti, ia menghentikan mobilnya di sebuah restoran makanan cepat saji.Yuri tersenyum dan langsung berlari masuk restoran kemudian duduk di kursi restoran itu.Siwon datang dan duduk di sampingnya.Pelayan perempuan itu mulai mencatat pesanan mereka.
“Kenapa kau tadi bisa digoda 3 pria pemabuk itu?” Siwon mulai memancing emosi Yuri.
“Sudahlah, diam ! yang aku inginkan sekarang adalah makanan.Aku tidak ingin meneriakimu hanya gara-gara lapar.Aku ingin makan… aigo… kenapa jalan pelayan perempuan itu lamban sekali ?!” protes Yuri sambil memainkan kukunya di atas meja.Siwon tertawa kecil kemudian mengangkat tangannya untuk membelai kepala Yuri lembut.Yuri terkesima saat Siwon menatapnya.Mereka terlibat kontak mata lama.Tetapi pelayan perempuan itu datang dan menaruh pesanan mereka.Yuri langsung mengalihkan pandangannya ke arah makanannya.
                Beberapa menit kemudian mereka selesai dari acara makan.Yuri ingin membayar semuanya tetapi Siwon mencegahnya.Siwon yang membayar makanan itu.Yuri sekarang merasa tidak enak pada Siwon.Ia sudah memberikan semuanya padanya.
                Mereka kembali ke dalam mobil.Siwon menatap Yuri yang terlihat lelah hari ini.Tiba-tiba ia meraih tangannya dan menggenggamnya sambil berkonsentrasi menyetir.Yuri terkejut, ia menyingkirkan tangan Siwon lembut.
“Terus saja menyetir...Aku ingin tidur…” jawab Yuri sambil mengerjap-ngerjapkan matanya yang hampir tertutup.Siwon tersenyum dan kembali menyetir dengan kedua tangannya.
“Akankah kau mau menerima permintaan maafku ? Yuri-ah, jawab aku…” Ucap Siwon saat melihat Yuri yang tengah tertidur pulas di atas kursi mobilnya.
***
                Donghae begitu khawatir dengan keadaan Yuri saat ini.Sekarang menunjukkan pukul 11 malam.Ia takut Yuri kenapa-napa.Tapi, tiba-tiba terlintas di fikirannya.Siwon ??? Donghae melihat mobil Siwon yang baru datang dari mana.Ia langsung membuka pintu rumahnya.Dan pantas saja, Yuri bersama Siwon.Hatinya benar-benar sakit saat Siwon menggendong Yuri yang tertidur ke dalam rumah.
“Jadi mereka pergi bersama ?” gumam Donghae pelan dengan perasaan hancurnya.
                Sementara itu dengan Siwon dan Yuri.Siwon tersenyum saat melihat Yuri yang masih tertidur.Ia menyelimuti Yuri kemudian pergi.Saat ia berjalan ke arah balkon rumah Yuri, ia bertemu dengan Donghae.
“Kenapa kau pulang malam-malam begini dengan Yuri ? apa yang kau lakukan dengannya ?” Tanya Donghae dengan ketus.Siwon tertawa kecil.
“Aku hanya mengajaknya refreshing karena pekerjaan kita yang padat.” Siwon berusaha berbohong.Tetapi kata-katanya benar-benar meyakinkan.Donghae mengerti.
“Bagaimana…dengan hubunganmu dan Yuri ? kau sudah mengatakan kalau kau menyukainya ?” Tanya Donghae dengan berat hati.Siwon terdiam sambil menatap bawah.
“Aku belum mengatakan kalau aku menyukainya.Aku takut ini akan memperparah permintaan maafku dengannya atas kesalahanku selama 15 tahun ini.Aku akan menyelesaikan permintaan maafku padanya dulu.Dan kau ?”
“Aku ? aku ditolak Yuri.Dia hanya menganggapku sebagai teman saja.Aku benar-benar lega ketika melihatnya tersenyum walaupun dia bukan milikku.Aku tetap menyukainya walaupun akhirnya pada suatu hari nanti aku akan menikahi wanita lain selain Yuri.Walaupun dia menolakku, dia tetap menyayangiku sebagai temannya” ucap Donghae sambil memaksakan senyumnya.Siwon tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Donghae pelan.
“Bersabarlah…aku yakin seseorang akan datang padamu dengan sendirinya” Kata Siwon kemudian berlalu pergi meninggalkan Donghae yang masih berdiri diterpa angin sepoi-sepoi musim gugur pada saat malam hari di Seoul.
***
                Yuri terduduk di depan layar kaca computer kantornya dengan di sampingnya, Jessica.Yuri dan Jessica lumayan dekat tetapi jarang bertemu.
“Hey, sekretaris Kwon.” Kata Jessica dengan nada lirihnya.
“Ne…” Jawab Yuri santai sambil tetap menekan keyboard itu.Jessica menyipitkan kedua matanya.
“Apa yang kau lakukan dengan presdir kita di taman bermain kemarin ?? jangan bilang kalian sedang berkencan ?”
“Mwo ?! berkencan ? tentu saja tidak ! kenapa kau selalu tahu kita berdua melakukan apa saja ? apa kau seorang paparazzi bayaran di perusahaan ini untuk mengintipi kegiatan karyawan masing-masing ?”
“Ani yah… aku bukan paparazzi ! aku tahu semuanya.Karena memang kemarin kebetulan aku sedang jalan-jalan sendiri di taman bermain.Dan aku melihat kalian berdua  bergandengan tangan.Kalian terlihat sedang berkencan tapi aku tak tahu aslinya ?” Jessica mengangkat kedua bahunya.Yuri tertawa kecil.
“Sekretaris Kwon, aku ingin berkunjung ke toko bungamu.Apakah kau masih mempekerjakan tamanmu yang tampan itu ?”
“Lee Donghae ?”
“Iya… siapa lagi kalau bukan Donghae ? dia terlihat sangat romantis.Aku jadi tertarik padanya.Bolehkan kapan-kapan aku berkunjung ke toko bunga mu ???” Jessica sekarang terlihat bukan perempuan dingin.Ia terlihat lebih ceria lagi.Yuri mengangguk.Ia tersenyum sejenak kemudian berjalan masuk ruangan Siwon.Ia begitu terkejut saat melihat Siwon yang tertidur di atas meja kerjanya dengan berkas-berkas yang masih terbuka di depannya.Yuri berjalan mendekat dan melihat apa isi berkas itu dan ternyata materi untuk 5 meeting besok.
“Huhhh…ini sangat berat untukmu.Apa yang harus kulakukan sedangkan kau mau bekerja sendiri untuk menyelamatkan perusahaan appa mu” gumam Yuri pelan.
“Sajangnim…”panggil Yuri pelan.Siwon langsung terbangun.
“Ahh sekretaris Kwon ? ada apa ?” Mata Siwon masih terlihat tertutup.
“Ini jam berapa ?” lanjut Siwon.
“Jam 8 malam” jawab Yuri lembut.
“Kenapa kau tidak membangunkanku untuk menjaga toko bunga mu itu?” Tanya Siwon memaksa.Yuri tersadar bahwa selama ini Siwon sangat bertanggung jawab padanya.Ia menjadi terharu saat mendengarnya tadi berbicara.
“Tidak, kau terlihat sangat lelah sajangnim.Sebaiknya kau tidur sebentar dan menyelesaikan pekerjaanmu untuk meeting besok.Aku akan membantumu.” Jawab Yuri dengan tenang.Siwon tersenyum dan meraih tangan Yuri.
“Aku akan bekerja sendiri.Kau tak usah khawatir.Aku bisa menyelamatkan perusahaan Appa ku”
“Tidak ! kau tidak boleh seperti itu.Aku akan membantumu ! aku akan selalu bersamamu.Aku tidak akan meninggalkanmu berjuang sendiri” ucap Yuri dengan senyumnya.Siwon tersenyum mendengar ucapan Yuri kemudian beralih pandangan pada kertas-kertas di atas mejanya dan membacanya dengan serius.Tetapi Yuri malah meraih kertas itu.
“Sajangnim, maksudku…Siwon-ah, tidurlah.Bukankah kertas-kertas itu selalu kau baca setiap hari  sehingga kau hafal semuanya.Sekarang waktunya kau beristirahat.” Ucap Yuri sambil tersenyum.Ia menepuk-nepukkan telpak tangannya pada pahanya yang ditutupi dress hitam selutut itu.Siwon tetap tidak mau.Ia ingin terus membaca kertas-kertas itu.
“Siwon-ah…kau bisa sakit.Beristirahatlah hari ini.Aku yakin besok perusahaan kita akan bangkit lagi.” Ucap Yuri sambil menarik Siwon ke sofa.Siwon menghela nafasnya yang berat.Ia menjatuhkan kepalanya di atas paha Yuri mencoba memejamkan matanya.
“Aku yakin, perusahaan kita akan kembali bangkit” Hibur Yuri sambil membelai rambut Siwon.Siwon tersenyum kemudian menggenggam tangan Yuri erat.
“Tetapi aku takut kalau besok akan menjadi buruk” jawab Siwon.
“Apakah kau tidak sadar kalau perusahaan ini mengalami penaikan yang sangat drastis ? nilai saham perusahaan ini meningkat sangat drastis semenjak kau menjadi presdir di sini.” Ucap Yuri lagi.Siwon terkejut.Ia langsung bangkit dari tidurnya dan menatap Yuri tidak percaya.
“Jinjja ?” Tanya Siwon serius.Yuri mengangguk dan tersenyum.Siwon tersenyum dan langsung memeluknya.Kali ini Yuri terasa sangat berbeda seperti biasanya.Dia lebih lembut.Apa yang terjadi dengannya ? ia tak tahu itu ? .
***
                Yuri begitu lelah hari ini. Yuri berjalan ke arah kamar tidurnya.Tetapi langkahnya terhenti.Ia melihat pintu kamar tamu itu sedikit terbuka.Ia melihat Siwon yang begitu bekerja keras untuk presentasinya besok di meeting.Yuri tersenyum dan masuk kamar tamu itu.
“Kau belum tidur ? ini sudah larut malam.Sebaiknya kau tidur.Sebagai sekretaris pribadimu, aku akan membantumu untuk presentasi besok… kau tenang saja.” Yuri duduk di samping Siwon yang tengah serius membaca berkas yang dibawa Yuri tadi pagi.
“Terima kasih sudah mau menemaniku memimpin perusahanku.” Gumam Siwon pelan.Yuri tersenyum.Ia kagum dengan semangat Siwon.Tetapi tiba-tiba Siwon terjatuh di atas pahanya.Yuri begitu terkejut, ia langsung menutup mulutnya.Pipinya kembali memerah.
“Maafkan aku, aku membuatmu semakin lelah dengan hari-harimu.Kenapa aku harus menyuruhmu untuk bekerja di toko bunga ku ??? seharusnya aku cepat memaafkanmu.Ahh lupakan…” Gumam Yuri pelan.Ia menyisipkan jari-jarinya pada rambut Siwon.
                Donghae berjalan melalui kamar tamu, dan ia melihat Yuri yang membelai rambut Siwon.Ia benar-benar sangat cemburu hari ini.Ia tersenyum begitu pahit saat mengetahui bahwa orang yang ia tolong adalah Siwon yang menyukai Yuri dari dulu.
***
                Yuri tersenyum saat melihat dirinya dalam kaca.Tiba-tiba Siwon masuk ke dalam kamarnya.Yuri langsung terkejut dan memukul-mukul Siwon.
“Yya ! kenapa kau memukulku ? aku hanya ingin memberitahu waktu kita yang tersisa hanya 20 menit ! tidakkah kau bisa cepat ! presentasi hari ini sangat penting !” Ucap Siwon dengan tegas.Yuri tidak pernah melihat Siwon yang begitu tegas seperti hari ini.Ia langsung merapihkan barang-barangnya dan berangkat bersama Siwon ke kantor.Donghae yang melihat mereka berdua masuk mobil menjadi sangat iri.Ia juga ingin mengajak Yuri pergi  berdua.
***
                Akhirnya Yuri dan Siwon selesai presentasi.Mereka dinilai sangat baik.Yuri sangat senang mendengar respon semua.Begitu dengan Siwon.
“Apa jadwalku hari ini ?” Tanya Siwon saat berjalan bersama Yuri ke arah restoran di kantor itu.
“Hari ini Anda hanya mendapatkan 5 jadwal.Presentasi terakhir tadi.Anda sangat hebat dalam berbicara” Ucap Yuri sok formal.Siwon tersenyum sinis mendengar panggilan ‘Anda’ dari Yuri.
“Kau memanggilku… Anda ? apa itu ?”
“Saya hanya ingin menghormati Anda dalam kantor, sajangnim”
“Tidak ! aku tidak ingin panggilan formal itu ! hey kenapa kau menjadi cerewet lagi  seperti dulu ? apa kau tidak ingat saat jam delapan malam itu ?”
“Yya ! kenapa kau sangat cerewet ? k-kau ! kau itu sudah dewasa, kenapa kau masih seperti anak-anak yang cerewet ?! ahh dasar kekanakan ! menyebalkan ! kau berutung sudah kuhormati di sini !” bentak Yuri secara tiba-tiba.Semua orang langsung menoleh pada Yuri dan Siwon.Mereka semua langsung berbisik-bisik.Siwon tersenyum dan langsung menutup mulut Yuri dan membawanya pergi.
---
                Siwon masih menutup mulut Yuri.Yuri tak terima dengan perlakuan Siwon.Ia langsung melepas tangan Siwon dari mulutnya dan kembali membentaknya.
“Aku tidak peduli mereka berkata apa ! yang penting aku bisa meluapkan kekesalanku selama bertahun-tahun padamu !” Yuri memalingkan wajahnya.Siwon terdiam dan menunduk sedih.
“Sebenarnya sangat berat untuk meninggalkanmu 15 tahun yang lalu.Sangat berat...Aku sangat menyukaimu saat itu, dan aku tidak bisa melupakanmu di Amerika.Aku selalu bermimpi buruk saat salju pertama turun.”
“Mimpi buruk ?”
“Ya…aku bermimpi jika kau pingsan  dengan darah dari hidungmu di tengah guyuran salju”
“Aku memang selalu pingsan saat menunggumu kembali ke Korea.”
“Mianhe, selama ini aku selalu membuatmu tersiksa”
                Yuri tersentuh mendengar ucapan Siwon.Perlahan ia menjatuhkan air matanya.Tetapi ia masih memalingkan wajahnya.Siwon tahu Yuri menangis.Ia menggenggam tangan Yuri.Yuri menyembunyikan air matanya.
“Mianhe… Yuri-ah” ucap Siwon sekali lagi.Yuri menoleh ke arah Siwon dengan air matanya.
“Jangan menangis…Yuri-ah”
Yuri menggeleng dan mengusap air matanya sendiri. “Aku mencoba tegar untuk 15 tahun ini.Dan sekarang kau ada di depanku lagi.Aku sangat merindukanmu… saat kau datang kembali ke Korea aku memang sangat kecewa.Aku menutup hatiku untuk semua pria yang mencintaiku.Tapi saat melihatmu lagi…hatiku menjadi meleleh.Aku mencoba melupakanmu, tetapi selalu gagal.Aku tidak pernah bisa melupakanmu.Karena aku masih menyukaimu.Kau adalah cinta pertama ku di saat salju pertama di bulan November turun .Saat aku memberimu syarat untuk pemaafan darimu aku benar-benar tidak tega.Kau sudah dibebani perusahaan yang akan bangrut kemudian kubebani dengan tagihan listrik rumahku dan lagi untuk bekerja di toko bungaku.Aku terharu, kau adalah orang yang tangguh.Meskipun kau kekanakan.Aku tetap menyukaimu” ucap Yuri dengan tulus.Siwon tersenyum dan memeluk Yuri.
“Ayo kita mulai dari titik awal lagi ?”
                Yuri tersenyum dan mengangguk.Akhirnya Siwon dan Yuri memulai hubungan mereka lagi.
***
                Senyum itu…dia kembali menjadi Kwon Yuri yang dulu.Tetap cantik dan manis.Dia menghamburkan salju-salju itu dan berlari mengelilingiku berusaha membuatku mengejarnya.Dia tetap humoris seperti dulu.Di tempat pertama kita bertemu, kita menghabiskan waktu yang sangat banyak.
“Yuri-ah, salju mulai turun.Coba lihat !” Siwon menunjuk ke angkasa.Yuri mendongak ke atas dan melihat salju-salju itu turun pelan ke bawah.Tetapi Siwon tiba-tiba mencium pipinya.Yuri jelas terkejut.Pipi Yuri langsung bersemu merah.Ia mulai memainkan kukunya lagi dan menghindar dari tatapan Siwon.
“Aku senang…bisa mencium pipi seorang gadis sepertimu” ucap Siwon dengan cengengesan.Pipi Yuri bersemu merah.
“Wae ??? kau malu kan ?” Goda Siwon.Yuri menggeleng cepat.
“Ahh kenapa kau tidak bilang kalau kau malu ?” godanya lagi.
“Aku benar-benar tidak malu !” Bantah Yuri.Ia memalingkan wajahnya menatap Siwon.Tetapi tatapan matanya terhenti saat Siwon menatapnya matanya juga.Jantungnya berdegup sangat kencang.Siwon meraih wajah Yuri kemudian mencium bibirnya lembut di bawah guyuran salju pertama turun.Di tempat mereka pertama bertemu.
                Yuri terlihat malu-malu saat melihat Siwon kembali ke tempat duduk awalnya.Ia menutup bibirnya dengan tangannya.Jantungnya berdegup sangat kencang dengan blush di pipinya.Ini adalah ciuman pertamanya dengan cinta pertamanya.Sementara Siwon, ia masih terlihat bahagia sambil sesekali melihat Yuri yang begitu malu.
“Apa yang sedang kau rasakan ? kenapa kau terus menutup bibirmu itu ? aku baru merasakan pure lips…”goda Siwon.Akhirnya Yuri marah kerena Siwon membuatnya sangat malu.Ia terus saja melempar-lempar bola-bola salju itu pada Siwon.Siwon hanya bisa tertawa meliat Yuri yang begitu senang walaupun sekarang bandannya terlempari oleh salju-salju itu.
                Dari kejauhan dibalik jendela, nampak Donghae yang sangat gusar.Ia menepuk-nepuk dadanya yang sangat sakit.Ia menutup kedua kelopak matanya perlahan dan meneteskan air matanya.Tetapi tiba-tiba ponselnya bordering.Ia membaca sms dari seseorang yang tak ia ketahui namanya.
~Oppa…bolehkah kita bertemu besok di Sungai Han saat pagi ?~
                Donghae menghapus air matanya dan membalas sms itu.Ia menaikkan alisnya sebelah.Ponselnya bordering lagi.Ia membaca sms itu.
~Kau tidak perlu mengetahui namaku.Aku adalah teman Yuri.Aku ingin melihatmu langsung.Karena dari dulu aku tak pernah melihatmu dalam dunia nyata.Temui aku di Sungai Han besok.Aku ingin melihatmu.Jam delapan pagi…okay ? :*~ 
                Donghae nyengir dengan isi sms itu.Ia penasaran siapa yang mengerjainya kali ini.Ia melemparkan ponselnya ke arah ranjang dan mulai menebak-nebak siapa yang mengiriminya sms aneh ini.
***
                Donghae melihat Yuri dan Siwon yang sedang sibuk menjual bunga-bunga itu.Ia menghampiri mereka berdua.Mereka tidak bekerja ke Kantor memang hari ini hari libur.
“Aku tidak menyangka kalian cepat menyadari perasaan kalian masing-masing.Dan aku tak menyangka kalau toko bunga laris di musim salju.Bukankah bunga-bunga akan mati saat musim salju ?” Tanya Donghae.
“Ini adalah stock bunga terakhir.Bunga-bunga ini dari lusa lalu.Aku tak tega melihat mereka yang terkapar lemas dan mati sambil menggugurkan kelopak-kelopaknya yang begitu indah.Dari pada mati sia-sia.Kita jual saja.Lihat saja, Konsumen menyukainya.Lihat saja, belum ada yang layu ?” jawab Siwon.Yuri tersenyum mendengar Siwon bicara yang begitu runtut.
“Hae-ah, kau mau kemana ? kau terlihat sangat rapih ?” Tanya Yuri yang mengagetkan Donghae.
“Aku mau berjalan-jalan saja di Seoul.” Jawab Donghae berbohong.Siwon mengambilkan jaket tebal itu dan memakaikan nya pada Donghae.
“Hey kawan, kau harus tetap vit walaupun berada di musim salju yang begitu membeku.Minumlah minuman yang hangat.Jangan yang dingin…” pesan Siwon.Donghae tertawa keras saat mendengar nasehat Siwon yang begitu seperti eomma nya yang telah lama meninggalkannya pada waktu kecil dulu.
“Hae-ah, jangan meminum minuman dingin di musim salju.Kalau tidak kau akan berjalan seperti penguin…” Sahut Yuri sambil memperagakan jalan penguin untuk mencoba menambah hangat suasana antara mereka.Donghae semakin tertawa keras saat mendengar candaan Yuri dan Siwon.Ia tak pernah merasa seperti ini.Kemudian ia pamit pergi.
“Tak kusangka kau sangat humoris” Siwon menyenggol bahu Yuri.
“Jinjja?” Tanya Yuri sambil tetap berkonsentrasi mengikat bunga-bunga mawar merah itu menjadi satu.
“Iya…” Jawab Siwon kemudian mengambil satu tangkai bunga mawar dan menggigit tangkainya.Berusaha sok cool di depan Yuri.Yuri tertawa keras saat melihat Siwon melakukan hal konyol itu di depannya.
“Bagaimana ? sekarang aku tidak kekanakan bukan ?” Tanya Siwon sambil mengacakkrah bajunya.Yuri terus tertawa saat Siwon berusaha terlihat cool di depannya.
“Tentu saja kau tidak kekanakan sekarang…Kau terlihat begitu tampan di depanku.Kau sangat menyenangkan… saranghaeyo…neoumu saranghe” jawab Yuri sambil merapihkan krah baju Siwon.Tetapi tiba-tiba terdengar suara deheman seseorang.Yuri dan Siwon reflex menengok ke arah sumber suara itu.Mereka terlihat sangat malu di depan para pembeli.
***
                Donghae terlihat sangat penasaran dengan pengirim sms itu.Ia telah sampai di Sungai Han.Dan benar saja, seseorang perempuan berambut pirang kecoklatan berdiri didepan sungai Han yang telah berubah menjadi dataran ice.
“Noona…” panggil Donghae pada seorang perempuan itu.Perempuan itu langsung membalikkan badannya menghadap Donghae.
“Oh, Oppa…” balas perempuan itu.Donghae tak bisa terlepas  pandangan dari perempuan itu.Ia begitu terpesona dengan semuanya.Perempuan yang ia lihat itu terlihat sangat cantik.
“sangat cantik” Gumam Donghae.Perempuan itu tersenyum kemudian mengulurkan lengannya untuk berjabat tangan dengan Donghae.Donghae menyambut tangan itu yang begitu dingin.
“Choneun Jessica Jung imnida, oppa…” ucap perempuan itu sambil terus memperlihatkan senyumnya.Donghae membalas senyum itu.Ia dan Jessica duduk di sala satu bangku besi yang sangat dingin.
“Ada urusan apa kau menyuruhku menemuimu ? sekedar perkenalan ?” Tanya Donghae dengan ekspres datarnya.Jessica tersenyum kemudian meraih tangan Donghae.
“Oppa, pertama kali aku melihatmu di ponsel Yuri, temanku.Aku begitu terpana saat melihatmu.Saat itu juga aku menyukaimu.Benar-benar menyukaimu.” Ucap Jessica dengan senyumnya.Donghae berpura-pura bersikap dingin.
“Mana mungkin kau bisa jatuh hati pada pria yang tak pernah kau temui sebelumnya dengan cepat ?”
                Raut ekspresi Jessica berubah menjadi kecewa saat melihat ekspresi Donghae yang terlihat tak menyenangkan itu.Ia melepaskan genggaman tangannya dengan Donghae kemudian menunduk sedih.Donghae langsung mencoba melihat wajah Jessica yang tertutupi helaian rambut pirang itu.
“Wae ??? aku membuatmu sedih ? maaf, aku membuat perkenalan ini menjadi buruk” ucap Donghae memohon.Jessica kembali mengangkat kepalanya dan kembali tersenyum pada Donghae.Donghae langsung tersenyum.Jessica kembali menggenggam tangan Donghae.Tiba-tiba ia mencium pipi namja itu.Donghae langsung terdiam kemudian memegang pipi kanannya bekas ciuman yeoja itu.Jessica tertawa riang saat melihat reaksi Donghae.Yang dilihatnya adalah ‘Donghae yang kikuk’.
***
                Donghae tersenyum-senyum sendiri saat membuka pintu rumah Yuri.Siwon dan Yuri melihatnya aneh.Donghae tak seperti biasanya.Ia seperti melayang dalam perasaannya.Donghae bernyanyi-nyanyi kecil kemudian masuk kamarnya.Siwon dan Yuri saling bertatap mata.
“Ada apa dengan Donghae ?” Tanya Siwon.Yuri menggeleng.
“Ia tak seperti biasanya.Apa dia terkena cinta di musim salju ?” Tanya Yuri balik.Siwon menggeleng tak tahu.
---
                Donghae berkaca di depan cermin.Ia melihat wajahnya kemudian meraba pipinya.Jantungnya benar-benar berdegup kencang.
Apakah aku menyukai perempuan yang baru kukenal itu ??? tetapi dia benar-benar cantik.Dia mampu membuat jantungku berdetak tak karuan.Benar-benar cantik.Apa yang harus kulakukan saat ini ? kenapa aku jadi risau sendiri ?? bukankah aku menyukai Yuri ? tapi  kenapa hatiku memaksaku untuk mencintai perempuan pertama yang mencium pipiku itu.Jessica ? Jessica Jung ??? Nona Jessica Jung ? dia sangat cantik…
***
                Toko bunga milik eomma Yuri memang menjadi toko bunga terlaris di Seoul.Berkat bantuan Siwon, ia mampu membuat toko bunga itu menjadi berwarna.Mereka saling membantu menjual bunga-bunga itu sampai habis.Yuri benar-benar bahagia bisa bersama dengan laki-laki yang ia cintai.Sekarang musim gugur.Bunga-bunga cantik itu kembali muncul dan bermekaran.Di musim semi ini, mereka memperoleh hasil banyak.Begitu dengan perusahaan Siwon.Ia mampu mengangkatnya dari kebangkrutan.Siwon benar-benar hebat.
“Sekretaris Kwon !!! Presdir !!!” Tiba-tiba seorang perempuan berambut pirang kecoklatan itu datang sambil membawa beberapa kertas penting.Iaterlihat begitu bahagia.
“Perusahaan kita berhasil melewati masa-masa sulit ini !!! perusahaan kita kembali berdiri !!!” seru perempuan itu yang ternyata Jessica.Yuri dan Siwon menangggapinya dengan senyum lebar mereka.Donghae muncul dan mendapati perempuan itu datang kembali di matanya.Jessica
“Oppa !!!” Jessica berseru senang saat mengetahui Donghae ada di belakang mereka semua.Ia langsung berlari dan memeluk Donghae senang.Yuri dan Siwon hanya bisa tersenyum melihat mereka.
“Aku sangat merindukan oppa… aku sangat mencintaimu…Lee Donghae…I Love You very much…” Ucap Jessica senang.Donghae melihat Yuri berkali-kali.Perasaannya sangat sakit.Rasa itu kembali muncul.
“Tidak ! berhentilah mengelilingiku ! aku tidak menyukaimu ! perempuan yang aku sukai hanya Kwon Yuri !” bentak Donghae.Jessica terpukul.Air matanya langsung turun, ia berlari keluar toko bunga Yuri.Siwon terlihat sangat cemburu.Ia menatap Donghae tajam.
“Jessica ??? tunggu !” Yuri mengejar Jessica.Tetapi ia terlalu dulu kabur dan menghilang dari jejaknya.Ia tak dapat mengejarnya lagi.
***
                Yuri melihat Donghae yang terdiam di balkon rumah.Ia menghampirinya.
“Hae-ah…apakah kau tega melukai perasaan Jessica ?”
“Ani !!! aku hanya mencintaimu meskipun kau hanya menganggapku sebagi teman saja.Aku tetap mencintaimu !”
“Tidak, aku tahu kau menyukai Jessica.Hae-ah…tidak selamanya aku berada di sisimu.Sekarang orang yang berarti sudah kembali.Aku sangat menyukai Siwon.Aku ingin kembali padanya…”
“Andwe !!! aku akan tetap mencintaimu meskipun kau memiliki pria lain selain aku !” Donghae beranjak pergi.Yuri berdiri.
“Lee Donghae ! Dimana hatimu saat ini ?!” Yuri membentak Donghae sama seperti kalimat yang pernah Donghae bilang padanya dulu saat mencoba melupakan Siwon.Donghae berhenti sejenak kemudian melanjutkan jalannya.Yuri kembali terduduk dan menangis.
‘Aku tidak tega melihat mu seperti ini Hae-ah…kau memang sangat berarti bagiku.Tapi itu hanya sebatas teman.Aku hanya menganggapmu sama seperti kakak laki-lakiku sendiri.Hae-ah…berhentilah mencintaiku meskipun sangat berat…jebbal’ batin Yuri seraya mengusap air matanya yang turun.
***
                Donghae terdiam di depan sungai Han yang membeku menjadi ice.Perlahan air matanya turun, tetapi ia tak membuka mulutnya sama sekali.Ia menyesal mengenal Jessica.Ia masih punya rasa pada Yuri.
“Kenapa aku menjadi seperti ini ??? Lee Donghae yang labil ?!” Batin nya seraya memegang pipinya yang telah tercium Jessica di awal perkenalan mereka.Air matanya semakin deras turun.
                Dari kejauhan nampak seorang yeoja dengan jaket panjang yang dihempas angin musim salju.Ia berdiri memperhatikan Donghae yang menangis.Yeoja itu juga ikut menangis sampai air matanya berubah menjadi es kemudian jatuh di atas salju putih itu.
“Lee Donghae !!!!” panggil yeoja itu.Donghae merasa ada yang memanggilnya, ia memalingkan wajahnya ke arah suara itu.Ia terkejut.Yeoja itu berlari ke arah Donghae kemudian memeluknya.
“Lee Donghae… di mana hatimu yang sebenarnya ???” rintih nya.Donghae tak membalas pelukan yeoja itu.Yeoja yang sedang memeluknya adalah Yuri.Ia menutup kedua matanya dan membiarkan air matanya turun membasahi bahu yeoja itu.
“Sudah kubilang, aku hanya mencintaimu, Yuri-ah....Aku akan tetap mencintaimu meskipun kau memiliki pria lain selain aku” Ucap Donghae.Yuri melepas pelukannya itu.Ia menatap Donghae dengan air matanya.
“Jangan membohongi hatimu sendiri Hae-ah…” ucap Yuri.Donghae menangis.
“Aku hanya ingin mengingatkanmu saja.Jangan menyia-nyiakan Jessica yang tulus menyukaimu.Karena aku hanya menganggapmu sebagai teman.Tidak lebih.Aku masih menyukai Siwon.” Kata Yuri.Ia mengusap air matanya sendiri kemudian berjalan ke arah jalan raya untuk menyeberang.Tetapi Donghae melihat sebuah mobil yang melaju kencang ke arah Yuri yang berada di tengah jalan raya.Yuri tak menyadari keberadaan mobil itu.Donghae segera berlari ke arah Yuri dan mendorongnya ke sisi jalan lain.Yuri terdiam kemudian membalikkan badannya.Ia melihat Donghae yang tertidur di atas jalanan yang licin.Air mata Yuri langsung menetes.Ia berjalan ke arah Donghae kemudian mengusap darah dari dahi Donghae.
“Hae-ah !!! ierona…ierona Hae-ah…jebbal…” Yuri menepuk-nepuk pipi Donghae.Akhirnya Donghae mampu membuka kedua matanya.Ia memegang tangan Yuri dengan gemetar.
“Neomu saranghae Yu..ri..ah” Setelah Donghae mengucap, kedua matanya tertutup perlahan.Yuri sangat panic.Ia menumpahkan air matanya.
***
                Yuri menggenggam tangan Donghae yang diinfus.Siwon berada di samping Yuri.Ia melihatnya dengan pandangan cemburu juga kasihan pada Donghae.
“Hae-ah…ierona…” gumam Yuri pelan sambil mengguncang-guncang bahu Donghae pelan.
“Yuri-ah…jangan seperti itu.Donghae akan tersakiti jika kau mengguncangnya terus” peringat Siwon sambil melepaskan tangan Yuri yang berada di bahu Donghae.Yuri mengerti kemudian berdiri dan memeluk Siwon, namjachingunya itu.
“Dia akan segera sadar” ucap Siwon saat melihat Yuri yang begitu sedih.
“Siwon-ah, bisakah kita bicara di tempat lain ?” Yuri menarik lengan Siwon keluar ruang Donghae.
----
                Yuri menatap Siwon dengan tatapan sedihnya.Siwon mengerti perasaan Yuri.Yuri meraih tangan Siwon.
“Siwon-ah…bisakah kau merelakanku untuk Donghae ?”
“Mwo ?! tapi…”
“Tapi kenapa Siwon-ah ???kau tidak inginkan hubungan kita berakhir dengan cepat ? aku tahu itu…Aku ingin sekali hubungan kita tetap berlanjut.Tetapi Donghae telah menyelamatkan nyawaku.Sekarang aku harus membalas budinya.Aku tidak mampu melihatnya yang terus menangis…”
“Jadi, kau ingin cepat selesai karena dia ?”
Yuri mengangguk lemah.Siwon mengangguk mengerti.
“Ne…tidak apa-apa.Aku akan merelakanmu pergi dengannya.Besok aku akan kembali ke rumahku.Dan aku tidak akan lagi menjaga toko bungamu untuk tidak mengganggu kalian lagi” Siwon berdiri hendak pergi.Tetapi Yuri malah memeluknya dari belakang.
“Aku sangat mencintaimu.Choi Siwon….neomu saranghae” Perlahan Yuri melepaskan pelukannya dan merelakan Siwon pergi jauh.Yuri menutup mukanya yang dihiasi air matanya.Ia terduduk sambil terus menangis.
***
                Aku ada di mana ? apakah…di surga ? tidak mungkin ! ini tidak mungkin ! Lee Donghae cepatlah bangun ! hey, itu Jessica bukan ?
                Donghae terbangun dari mimpinya.Ia berjalan ke arah Jessica yang terduduk di kursi tunggu.Ia menangis hebat sambil memeluk foto seorang pria.Donghae melihat foto itu.Itu foto dirinya sendiri.
“Oppa…aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi.Aku akan diam dan aku akan merelakanmu dengan Yuri” kata Jessica di sela tangisnya.Donghae terharu, ia mencoba menggenggam tangan Jessica.Tetapi tidak bisa.Dan ia melihat dirinya sendiri di dalam ruang itu dengan infus dan alat pembantu pernafasan di hidungnya. DEG~
                Donghae melihat juga Yuri dan Siwon.Mereka kelihatan sangat sedih.Diam-diam Donghae mendengar percakapan mereka berdua.
“Siwon-ah…bisakah kau merelakanku untuk Donghae ?”
“Mwo ?! tapi…”
“Tapi kenapa Siwon-ah ???kau tidak inginkan hubungan kita berakhir dengan cepat ? aku tahu itu…Aku ingin sekali hubungan kita tetap berlanjut.Tetapi Donghae telah menyelamatkan nyawaku.Sekarang aku harus membalas budinya.Aku tidak mampu melihatnya yang terus menangis…”
“Jadi, kau ingin cepat selesai karena dia ?”
Yuri mengangguk lemah.Siwon mengangguk mengerti.
“Ne…tidak apa-apa.Aku akan merelakanmu pergi dengannya.Besok aku akan kembali ke rumahku.Dan aku tidak akan lagi menjaga toko bungamu untuk tidak mengganggu kalian lagi” Siwon berdiri hendak pergi.Tetapi Yuri malah memeluknya dari belakang.
“Aku sangat mencintaimu.Choi Siwon….neomu saranghae” Perlahan Yuri melepaskan pelukannya dan merelakan Siwon pergi jauh.Yuri menutup mukanya yang dihiasi air matanya.Ia terduduk sambil terus menangis.
DEG~ Jantung Donghae berdetak lagi dengan kencang.Ia kembali melihat Jessica.Diam-diam ia menangis.Ia memanggil-manggil Jessica, tetapi Jessica sama sekali tak meresponnya.Ia tetap menangis sambil memeluk foto itu.Donghae duduk di samping Jessica.Entah dia dapat melihatnya atau tidak yang penting ia bisa bicara.
“Jessica, maafkan aku.Aku sudah melukaimu.Benar kata Yuri aku tak boleh membohongi hatiku sendiri.Sebenarnya aku mencintaimu.Aku sangat mencintaimu.Jessica…aku sangat mencinaimu ! tolong balas ucapanku !” Kata Donghae.Jessica menengok ke arah Donghae.Donghae kira Jessica bisa mendengar dan melihatnya.Tetapi tidak.Jessica malah pergi keluar rumah sakit.Donghae sangat terpukul.Ia menangis dan merutuki dirinya sendiri.
                Donghae membuka matanya dan ia melihat Yuri yang tersenyum ke arahnya dengan air mata yang membasahi pipinya.Tak lama kemudian seorang dokter dan beberapa perawat-perawat perempuan itu datang dan memeriksa keadaan Donghae.Yuri terus tersenyum pada Donghae yang tersadar.
***
                Sejak Donghae tersadar dari tidurnya itu, Yuri berubah menjadi Yuri yang sangat baik pada Donghae.Ia menyiapkan makanan kesukaan Donghae setiap hari.Tetapi di balik semua itu.Hatinya sangat sakit untuk melepas Siwon.Donghae senang bisa seperti dulu bersama Yuri.
                Ia berfikir keras mengenai Jessica di otaknya.Saat Yuri berada di sisinya saat ini kenapa jantungnya tak berdetak kencang ? apakah benar kata Yuri ? hati tak bisa dibohongi ? Donghae mencari-cari sosok Jessica di sungai Han pada musim semi tahun ini.Ia sekarang tak pernah melihat Jessica yang terduduk di kursi besi yang dingin itu lagi.Hatinya mulai bisa berpaling dari Yuri.Ia merasa sangat bersalah pada Jessica.Ia teringat dengan mimpi buruknya saat ia masih tertidur.Ia memegang kepalanya yang terasa sakit.Jessica menjadi banyak di otaknya.
                Saat Yuri memaksakan mulutnya untuk berucap ‘Aku mencintaimu Lee Donghae’ .Donghae terlihat biasa-biasa saja.Tak ada ekspresi bahagia atau entahlah yang muncul dari bibir atau alisnya atau entahlah.Donghae malah menolak Yuri.Ia malah mengatakan kalau ia tak lagi menyukai Yuri.Yuri sangat terkejut.Hari demi hari Donghae mulai mencampakkan Yuri.Ia sering bermabukan di bar.Yuri begitu kecewa.Saat ia mendengar Donghae yang mengigau memanggil-manggil nama Jessica di tidurnya.Ia benar-benar menyesal melepas Siwon.
                Yuri menatap pintu kamar tamu tempat Siwon tidur dan membaca berkas-berkas selama ini.Yuri membuka pintu itu dan terlihat Siwon yang membaca berkas-berkas itu.Yuri berjalan masuk kamar tamu itu tetapi bayangan itu langsung hilang dari matanya.Ia kembali tersadar dari lamunannya.Ia menangis dan menyesali semuanya.Semuanya menjadi hancur ketika ia melepasnya ! ketika ia merelakannya pergi ! ia benar-benar tak tahu harus apa kecuali ia bertatap mata dengannya di kantor.Ia akan sedikit lega meskipun Siwon tak pernah mempedulikannya lagi di kantor.Ia menjadi Siwon yang dingin pada Yuri.
***
“Hae-ah, kau mau makan apa ?” Tanya Yuri saat Donghae berjalan masuk rumahnya dengan badan sempoyongan sambil mengapit rokok diantara jari telunjuknya dan jari tengahnya.Ia pasti pulang dari bar dan bermabuk-mabukan seperti biasanya.Donghae menyeringai.
“Sudah kubilang jangan pedulikan aku lagi !!! aku hanya mencintai Jessica ! bawa yeoja itu kemari ! aku hanya ingin melihatnya !” Perintah Donghae.Ia langsung terduduk lemas di sofa dan membuang rokok itu kebawah sambil menginjak-injak rokok itu dengan sepatunya.Yuri menangis melihat perubahan Donghae seperti itu.Ia langsung meraih ponselnya dan menelfon Jessica.
“Yeoboseo…Yuri ? kau menangis ??? kau kenapa???”  terdengar suara itu dari seberang sana yang panik.
“Jessica…tolong bantu aku…tolong sadarkan Lee Donghae…jebbal.Datanglah ke rumahku…” Rintih Yuri dengan suara pelannya.Karena ia tahu kalau Donghae sudah mendengar nama ‘Jessica’ ia akan sangat marah.Ia takut akan hal itu.Yuri menutup panggilan di ponselnya itu dan kembali melihat Donghae yang menangis sambil memanggil-manggil Jessica dengan suara lirihnya.
                Tak lama kemudian mobil itu berhenti.Jessica berlari dengan terburu-buru ke dalam rumah Yuri.Ia melihat Donghae yang terduduk di sofa dengan lemah.Yuri berdiri dan menarik Jessica.
“Hae-ah…ierona.Jessica ada di sini” ucap Yuri.Donghae terus menutup matanya.
“Sudah kubilang jangan memanggil yeoja itu !!!” bentak Donghae seraya membuka matanya.Tetapi pandangannya terhenti.Ia melihat Jessica yang berdiri dengan raut cemas padanya.Donghae tersenyum sambil menangis.Jessica ikut menangis.
“Jessica?” panggil Donghae pelan.Jessica mengangguk kemudian berjalan ke arah Donghae dam memeluknya.Yuri hanya terdiam melihat mereka berdua.
“Jessica, aku tahu kau akan kembali.Aku tahu lebih dari pada dirimu.Aku sangat mencintaimu.Maafkan kesalahanku sebelumnya.Jeongmal mianhe…” Ucap Donghae dengan tulus.Jessica mengangguk.
“Aku sudah memaafkanmu dari dulu sebelum kau berubah seperti ini.Kumohon berubahlah menjadi Donghae yang ramah seperti dulu, ne…Aku sangat merindukan Donghae yang dulu” Jessica mengusap kedua pipi Donghae.Donghae mengangguk.
                Mulai saat malam itu, Donghae kembali menjadi Donghae yang ramah seperti dulu pada semuanya.Ia dan Jessica sekarang memulai hubungan seperti yang diharapkan mereka berdua.Sementara Yuri, ia masih belum bisa menemui Siwon yang tak lagi mempedulikannya.Ia begitu menyesal akan hal itu.
***
                Siwon sedang serius menandatangani berkas-berkas pemberian Yuri.Sedari tadi Yuri berdiri di hadapannya dan menunggunya selesai menandatangani berka-berkas itu.Tetapi tiba-tiba Siwon mengehentakkan pulpen itu ke meja di depannya dengan geram.Yuri terkejut.
“Sajangnim…” panggil Yuri pelan.Siwon menggubris nya.Ia menatap mata Yuri tajam.
“Kenapa kau masih ada di sini ? tugasmu banyak.Tolong keluarlah dari ruangku” perintah Siwon.
“Andwe, saya tak akan pernah keluar dari ruang ini sebelum kau memaafkanku”
“Maaf kenapa ? kau tak pernah ada salah padaku.Kenapa kau meminta maaf padaku ?”
“Karenaku, kau menjadi tak peduli lagi padaku.Karena keputusanku kau menjadi melupakanku” Ucap Yuri sambil menahan tangisnya.Siwon menunduk.Lalu ia menyeret Yuri ke arah parkiran mobil.Ia membawa Yuri ke tempat mereka awal bertemu.
“Mulai saat ini, jangan pedulikanku lagi.Karena aku akan menikah dengan seseorang selain dirimu.Tolong cium pipiku untuk terakhir kalinya…” Kata Siwon dengan mata berkaca-kaca.Yuri begitu terpukul saat Siwon mengatakan itu.Ia mengalungkan lengannya di leher Siwon kemudian mencium pipi Siwon lembut.Siwon meneteskan air matanya kemudian menatap kembali Yuri yang menangis di hadapannya.
“Jangan pedulikan diriku lagi.Kuharap kau akan bahagia bersama Donghae” Kata Siwon.Yuri menggeleng cepat.
“Ani ! Donghae sekarang bukan apa-apaku lagi.Dia dan Jessica menjadi kekasih sekarang.Jangan pedulikan itu.Aku akan bersabar untuk sendiri tanpa kalian semua yang tidak mencintaiku lagi.Terima kasih Choi Siwon, kau sudah memberikan cinta mu yang tulus bertahun-tahun lamanya ini.Aku sangat berterima kasih jika kau akan berbahagia di hari pernikahanmu nanti.” Yuri mengulurkan tangannya. “Selamat” lanjut Yuri.Siwon menggeleng cepat.
“Andwe.Aku tidak akan bisa tersenyum di hari pernikahanku nanti.Aku akan menarikmu di altar jika perlu.Aku akan menikah denganmu” Ucap Siwon tak menyambut uluran tangan Yuri.
“Choi Siwon…jangan melakukan hal memalukan itu.Cukup hari ini saja.Aku akan melihatmu menikah dengan bahagia” kata Yuri sambil terus menangis walaupun ia tersenyum.Siwon memeluknya erat untuk terakhir kalinya.Ia membelai rambut yeoja itu dengan kasih sayangnya.Ia tak ingin melepaskan pelukan itu.Yuri menangis hebat di bahu Siwon.Ia benar-benar sakit hati saat mengetahui fakta itu.Ia akan tersenyum walaupun akan sakit jadinya.
***
~5 monts a go~
                Yuri melihat Siwon yang menggandeng tangan seorang perempuan bergaun putih itu.Ia baru tahu namanya adalah Tifanny Hwang.Ia terlihat senang di luar.Tetapi dalam hatinya sangat sakit.Yuri duduk di bangku itu dan terus memperhatikan Siwon yang berjalan mendekati altar bersama perempuan itu.Tetapi tiba-tiba Siwon mengehantikan langkahnya.Semua yang hadir di situ terkejut.Terutama Yuri.Siwon melepaskan tautan tangannya dengan perempuan itu kemudian berjalan ke arah Yuri yang dari tadi duduk tenang.Ia langsung menarik Yuri ke arah altar.Yuri benar-benar malu disaksikan beribu orang di hadapannya.Pipinya bersemu merah.Perempuan yang akan dinikahi Siwon itu protes.Ia berjalan ke arah mereka berdua dan menampar Yuri.
“Brengsek ! jangan menghancurkan hari pernikahan kami !” bentak Tifanny.Semuanya di gedung itu menjadi gaduh dengan bisikan-bisikan halus mereka tetapi tajam jika di dengar sungguhan.
“Batalkan pernikahan ini !” Teriak Siwon dengan tegas.Kedua orang tua Siwon terkejut.Tuan Choi berjalan ke arah ketiga orang itu.
“Kwon Yuri ? kenapa kau ada di sini ?” Tanya Tuan Choi bingung.Tetapi Tifanny malah menjambak rambut Yuri.Siwon menangkap tubuhnya yang akan ambruk.
“Kau tidak boleh membatalkan pernikahan ini ! ini adalah takdir kita !” ucap Tifanny dengan air matanya.Tuan Choi turun tangan.
“Ada apa dengan kalian in ??? kalian hanya mempermalukan kami berempat ! Kwon Yuri, kenapa kau bisa seperti ini ?”
“Saya tidak tahu hal ini.Maaf, saya menghancurkan acara penikahan ini.Momemnt suci ini hanya saya rusak.Maaf…” Yuri berlutut sambil menangis.
“Bukan seperti itu.Anakku sendiri lah yang menghancurkan acara pernikahan ini.Bangunlah, kau tidak bersalah.Choi Siwon, benarkah kau ingin membatalkan pernikahan mu dengan Tifanny ?” Tanya Tuan Kwon dengan tegas.Siwon menunduk hormat pada appa nya sendiri.
“Ne, saya ingin membatalkan pernikahan ini.Saya ingin menikah dengan Yuri” Siwon menatap Yuri yang terkejut mengenai pernyataan barusan ia dengar.Tuan Choi tersenyum.Siwon berjalan ke arah keluarga Tifanny.Ia meminta maaf dengan hormat.Mereka berdua mengerti permintaan Siwon.Mereka menerima permintaan maaf Siwon walaupun terasa sangat berat untuk mereka yang telah mengeluarkan biaya besar.Tifanny terlihat sangat kecewa.Tetapi ia sekarang merasa cukup tenang saat Siwon meminta maaf padanya.Siwon juga meminta maaf pada semua yang hadir pada acara pernikahan itu.
***
                Bulan November ini Yuri dan Siwon menikah.Saat musim dingin di tempat mereka awal bertemu.Siwon memasangkan cincin berlian itu padajari manis Yuri.Yuri melihat Siwon dengan tatapan bahagianya.Donghae dan Jessica datang menyaksikan acara pernikahan mereka itu.Mereka juga ikut senang akhirnya Siwon dan Yuri bisa menikah.
                Tak lama setelah mereka memasang cincin itu, butiran-butiran salju putih itu turun dari angkasa dan menghiasi acara pernikahan mereka.Semuanya langsung bertepuk tangan.Siwon dan Yuri tersenyum bahagia melihat salju putih itu turun perlahan sekali di hari pernikahan mereka.Siwon langsung mengangkat tubuh Yuri dan berputar-putar di bawah guyuran salju yang turun.Semuanya bertepuk tangan semakin riuh.Tuan dan Nyonya Choi tersenyum lebar saat melihat anaknya itu yang benar-benar bahagia bersama gadis pertama yang ia cintai.

~END~

Ahh…selesai juga :^D .Gimana chingu ??? bagus kaga ff yulwonnya :D .Kalau kalian tertarik dengan bacaan di atas, jangan lupa tinggalkan jejak komentar kalian ne :D kalau kalian nggak  tertarik ya juga berikan komentar lah itung-itung pelajaran apresiasi karya orang lain lohh…hayo…nggak pernah mengapresiaskan karya orang lain ya ???  :D kalonggak pernah ataupun yang udah pernah ya…komenatr lahh :D monggo..monggo…silahkan…
Ok, Gamshamnida… Author mau bobo cantik dulu eh* :D ;D